Selasa, 27 November 2007

Ternyata aku merindumu

Ternyata aku merindumu...,
Walau tak setetes air mata dan tak segumpal harap untuk dapat memilikimu..
Menerobos semua aturan dan pasung yang mencengkram kehadiranmu

Aku tak tau engkau kah yang menjadi bayangan sekarang?
Walo sejuta perih kurajam saat menyadari engkau takkan pernah disisiku..
Walo pun harus menerima kenyataan aku takkan pernah sanggup berlari merengkuh kabutmu...
Keindahanmu terlalu menghibaku..

AKu juga tak tau..
ternyata aku begitu lemah bila harus memilih..
Bila harus menatap rintik pedih mengalir
Selimut sepi menyeka harummu........

AKu tak pernah sadari sebelumnya..
Ternyata aku begitu merindumu..
Wahai pelangi ku.........

Kamis, 22 November 2007

Aku pikir...

Aku pikir dengan mengatakan padamu hatiku akan lebih lega. Aku menuruti sarannya, yang bahkan aku tercabik mendengarnya tapi dia benar.
Sungguh, engkau wanita mulia dan akulah yang terlalu hina untuk merengkumu.
Uaarghghhh....., bagaimana ini..
Aku mencoba melepas engkau dari hatiku. Tidak mengikatmu dan yang laennya di sekecambahnya hatiku..
Mengapa begitu sulit..
Mengapa aku selalu mendamba senyumnya, tawa nya. Bahkan hanya untuk mendengar nasehat yang dia berikan tentang masalah2 ku
Apakah memang dia hanya bayanganmu. Atokah engkau yang tlah menjelma menjadi bayangnya??
Maap sekali lagi maap. Aku gak tau apa keinginan hatiku sekarang ini. Aku gak tau apakah aku masih ingin meneruskan langkah ataukah berbelok dan berlabuh di tempat lain....?
Lelah......................

Rabu, 21 November 2007

jika sendiri itu lebih asik....

Jika sendiri itu ternyata lebih asik..., kenapa harus bekerja keras mengumpulkan uang untuk menikah..
Pengen nemuin perempuan jika diperistri dia adalah partner yang hebat dalam berdiskusi, malaekat surga segan padanya dan Allah sangat sayang padanya..
Tapi kalo menikah berarti harus menjamin makan seseorang, menjamin kehidupan seseorang maka sampe zaman kuda gigit besi pun aku gak bakal nikah.
AKu gak bakal pernah bisa menjamin kehidupan orang laen.. Gak bakal bisa kujamin orang tersebut bakal makan besok ato air matanya takkan mengalir beberapa detik kemudian.
Aku cuma berusaha bahwa saat ini aku bisa melihat senyumnya, ada makanan untuknya dan pakaian yang layak baginya.

Kalo memang begini kondisinya seperti yang kubilang tadi gak kan pernah menikah. Lagian, ditinjau dari apapun gak layak untuk menikahi tipe gadis seperti yang kuinginkan itu.......Halah, bikin pusing saja

Blog paling gak mutu sedunia..(abis buat BoQ mulu)

Kamis, 08 November 2007

Ya Allah...

Alangkah sulitnya ya Allah, mencoba sadar bahwa semua ini kehendakMu. Mencoba memahami aku hanya bisa menyerahkan semua padaMu...

Ya Allah, sulit untuk mengikhlaskan bila aku tak dapat bersamanya.. Membayangkan bila aku bukanlah yang terbaik baginya. Aku hambaMu yang lemah, yang dhaif yang tak akan mungkin bisa memenuhi semua kriteria yang diminta..

Haruskah aku menangisi ini semua.. Namun semua langkah ku untuk belajar ikhlas padaMu akan menjadi sia-sia..

Dan, bagaimana juga aku mampu menghadapi semua. Aku kesulitan tanpa Mu ya Allah. Janganlah Engkau buat hatiku merasa sendiri menghadapi semuanya ini.........

Melihat senyumnya tiap hari..........



Ya Allah, aku juga tak tau cara menyampaikan kepada beliau bahwa aku bukan yang terbaik untuknya, bahwa aku bukanlah masuk kriteria orang tuanya. Aku juga tak tau cara menarik keluar dari ini semua.........

Bantu Aku ya Allah.. bantu aku..

Senin, 05 November 2007

Rasa yang ilang.....

Finally,
Setelah merenung ketika shalat, makan, ampek boker aku tau akar permasalahannya. Simple namun berakibat fatal terhadap semua...
AKu inget ketika beliau bilang "mereka itu biassaaa banget tapi mereka tulus" kemudian ada juga yang mengingatkan kau itu tidak tulus!!!!.
Kenapa tidak kusadari ketika mereka mengucapkan itu.... Aku sudah tidak tulus dan aku tidak tau sudah berapa lama kehilangan perasaan ini. Kekacauan demi kekacauan yang terjadi bersumber dari satu hal, yaitu aku tidak tulus dalam melakukannya. Keluh kesah dalam pekerjaan yang apabila tulus dikerjakan maka tidak atau akan berkurang. Orang ngetop di Indonesia dulu pernah bilang bahwa apabila sesuatu yang kita kerjakan tidak dilandasi dengan niat yang ikhlas/tulus maka akan terasa berat, letih dan tidak mencapai hasil yang maksimal. Namun apabila telah berusaha untuk setulus mungkin perbaiki niat maka semua akan terasa mudah. Dulu...(selalu cerita dulu), yah dulu aku berusaha untuk mengamalkannya dan emang bener.
Namun, apakah keangkuhanku sekarang telah mencemari semua sehingga rasa tulus tidak pernah singgah lagi disini.
Bagaimana aku dapat menikmati semua bila ternyata aku tidak tulus.....
Aku harus berubah, harus harus...Mantra Aji.. hehehe gak dink bukan berubah jadi satria baja hitam. Tapi harus perbaiki niat.
"Sesungguhnya seseorang bukan dinilai dari hasilnya, akan tetapi dari niat dan ikhtiarnya"

Minggu, 04 November 2007

bagaimana....

Duh jadi susah neh...., Aku sudah tidak bersemangat lagi untuk memperjuangkan ini semua.
Kata orang, kesempatan itu seperti awan datang dan berlalu begitu cepat. Kata orang juga there's second changes..ada kesempatan kedua. Yang jadi pertanyaanku adalah apakah aku sudah mendapatkan kesempatan pertama dan yang kedua. Apakah aku telah melewati 2 kesempatan tersebut..? Apabila iya, apakah masih ada pepatah third or fourth changes..
How pitty i am.
Mereka mirip, tapi berbeda. Selalu bertanya tentang shalatku, makanku, kesehatanku.
Aku seneng diperhatiin. Tentu saja, tapi yang aku butuh adalah tempat untuk menyandarkan sejenak lelah ini. Aku lelah mengelabui semua orang dengan tawaku, keegoisanku, bahkan keluh kesahku. Aku hanya ingin bersandar, memejamkan mata dan merasakan ketenangan yang mereka miliki.
Apakah aku sudah menjadi pengkhianat? Apakah aku masih berhak mencintai orang laen ato apabila aku telah jatuh cinta yang sekarang sudah kusadari haruskah aku rajam semua itu.
Dulu aku berkata..Engkau milikku tetapi engkau akan sulit memilikiku karna begitu banyak organisasi dan teman yang membutuhkan ku. APakah sekarang dia juga bakal sulit memilikiku jika disebabkan aku jatuh cinta pada orang yang jelas-jelas akan menolak semuanya...
Dulu aku banggakan kesetiaan yang pernah kumiliki. Membanggakan engkau atas semua kelebihan yang engkau tunjukan..
Namun, semua masalah dan keegoisan mengikis perlahan lahan semua kekuatan.
Haruskah aku mencoba dari awal lagi...

Sabtu, 03 November 2007

suffer for this week

Gilak bener2 gilak...
Denger kabar gak enak dari medan ttg rencana yang entah sampe kapan (gak jelas)..., Kerjaan yang gila-gilaan. BoQ, plotting, review di lapangan. DUhhhhhh.....Sampe kapan..
Mana ne ulu hati makin nyeri.. apa harus masuk rumah sakit lagi?? (tinggal berapa kalender lage neh...).
Mana kemaren denger sobat tercinta senewen gara2 kontraktor (aku yang salah kok).
Ne sekarang, menandatangani 200 an lembar lay out... besok? besok bakal redrawing plotting ma f***. duh......
AKu butuh temen saat neh. Butuh temen buat berbagi ne semua. Buat menyandarkan sejenak lelah, buat mencari senyum yang tlah lama hilang dan berganti menjadi seringai gak jelas. BUat ketawa ketiwi, buat mengingatkan bahwa ini hanya permulaan.........
Aku butuh...semua ketegaran yang dulu pernah kumiliki, kekuatan yang pernah menyanderaku, keceriaan yang mengalir...........
Aku ingin engkau disini.....sobat.....

maap sayang...

aku bener2 terluka, gak nyangka disepelekan seperti itu. Emang seh pegawe kontrakan takkan dapat menjamin apapun. Seandainya ini tidak berlangsung selama 7 tahun, yakinlah aku bakal putuskan pull out dari kehidupan mu.
Menikah??? Kenapa untuk memperjuangkannya selalu sulit. Awalnya aku yakin engkau adalah yang terbaik untukku. Tapi sekarang, aku sendiri ragu pada keyakinanku untuk menikah...
Maapkan sayang, tidak bermaksud melukaimu. Namun keadaan tlah mengikis rasa yang cukup lama bertahan dirongga dadaku.
Mungkin, ksatria tangguh laen tlah menanti engkau disana dan takkan pernah disepelekan seperti aku.
Maapkan aku, bolehkah aku menyelesaikan semuanya sampe disini...May I?