Sungguh aku makin gak ngerti..,
Semakin jauh dan dalam merasuk ke otakku. Menjelma di tiap sel menjadi bayanganmu...
Bagaimana ini pelangi..?
Engkau bertanya apa bagusnya dikau.. Jelas aku gak tau. Aku cuma gak bisa menghilangkan bayanganmu sedikitpun. Aku coba untuk tidak memikirkan mu, malah engkau berturut turut hadir dimimpiku.
Apa salah ku dan apa salahmu..?
Sedikit saja lenyap senyum diwajahmu tercabik hatiku, sedikit saja perhatian tercurah darimu berjuta rasa dijiwaku..?
Cinta? Itu yang dulu kupaksakan hadir untukmu dimana aku juga tertahan pada bidadari lain.
Tidak, aku tidak akan pernah pantes untukmu. Merasa cukup keberanian untuk memintamu jadi pendampingku. Tidak. Aku tidak berani memilih.. Dia dewi ku dan engkau permaisuri hatiku.. Terbelahkah hatiku? Tidak. Bahkan hampir seluruh malamku menghadirkan segurat lembut wajahmu.
Mencoba menepismu.. Belajar untuk memahami bahwa semua itu hanya sia-sia. Semua rasa ini adalah jarum-jarum yang akan menyiksa.
Pedulikah aku? HUuuuuhhh..., bukan kecantikanmu. Karena engkau memang tidak cantik. Hanya saja engkau pelangi. Bukan cuma merah kuning ijo, tapi seluruh warna meresap di keceriaanmu, di senyummu dan bahkan diketus kata-katamu..
Biar, mungkin perlahan. Aku dapat mencabut jarum ini atau mungkin menekannya semakin dalam di relung hatiku hingga terbenam jauh.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar