Minggu, 09 Desember 2007

Tidak...bukan karna itu

Tidak, bukan karna itu aku menangis...
Hanya saja, aku harus merelakan keteguhan untuk bertahan..
Hingga tak satupun ad dipihakku...
Aku harus mengalah!!!!

Tidak, bukan karena engkau..
Karna begitu tipis hijab mataku dengan warnamu...
Begitu ringkih jiwaku sehingga takkan berani berharap apapun.
Tidak, ini hanya egoku.

.................................................................................................................

Ternyata, prinsip bukan diatas segalanya itu yang mereka coba terangkan padaku. Aku terlalu sempit berpikir, aku memikirkan sisi negatifnya saja. Aku tidak berpikir ketika itu orang tua harus bersusah payah memikirkan anak gadisnya hidup denganku seperti apa???

AKu, dengan egoku berusaha bertahan, berusaha menjelaskan akan tetapi tetap mentok. Hingga akhirnya mereka berkata Kami udah kehilangan satu, jangan sampai kehilangan yang ini juga. Begitu sayangkah mereka?? Aku harap tidak lebih dari anaknya sendiri.

Pada akhirnya aku yang berputar-putar dengan egoku harus luluh lantak terisak. Meraung dan kalah diterjang. Mereka berkomplot ataukah memang aku yang ternyata tidak pantas hidup dijaman sekarang???

Perih dan tak mampu memperjuangkan prinsip hidup sendiri, aku kalah.

Pelangi, jelas aku tak mungkin menghubungimu di tengah malam buta. Di antara isak pedihku, diantara luruhnya ego prinsipku. Tidak mungkin pelangi.

Aku sedih lebih bukan karena aku harus berpisah seandainya itu terjadi, tetapi terlalu banyak kepentingan yang mengaduk-aduk keputusanku.

Tidak pelangi, bukan karena engkau dan teman yang laen. Tapi emang aku tetap merasa sendiri......
.................................................................................................

Jika rengkuhan awan tak mampu menghangatkan petir yang bergelombang
Maka biarkanlah rintihan hujan menyayat sembilunya petang....

Jika semburat dan gemeretak dahan tak jua membendung teriknya engkau
Maka biarlah sedu sedan yang mengawali tapak langkah ini.......

Maaf juwita, maaf pelangi, maaf prinsipku...
AKu kalah!!!

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Arya, udah beberapa kali pinda ngasih comment,tapi gak tau salahnya apa gak pernah bisa masuk ya.

Jangan katakan kamu kalah ya...
Perjuangan kamu belum berakhir. Mintalah terus yg terbaik pada-Nya. Kalau memang langkah ini tidak baik dia pasti akan memberikan jalan. Siapa yg bisa melawan kehendak ALLAH, jika dia tdk menginginkan kita masuk, gak adakan kekuatan dari harta maupun manusia.

Tapi jika ALLAH ternyata menginginkan arya masuk, cobalah untuk ikhlas dan memberikan yg terbaik. Walaupun misalnya menggunakan uang atau apalah, maka jadikan itu hanya satu kesalahan yg pernah dibuat, usahakan jangan mengulangi kesalahan yg seperti itu lagi.

Ya, pinda ingin nanya satuhal sama arya. Arya udah benar2 siap untuk menikah?

jika sedih ceritalah ya, gak papa. kapanpun arya mau. Pinda juga sering merasa sedih, dan memang kesedihan itu akan sangat terasa disaat malam, sepi dan kita sendiri.

Manusia [tidak] bodoh mengatakan...

jadi kau terima tawaran mereka? yah at least kau byr ndiri lah...